Headline

Putin Bongkar Motif Barat: “Ancaman Rusia Itu Cuma Ilusi Politik”

Presiden Vladimir Putin siap memberikan jaminan tertulis bahwa Rusia tidak akan menyerang negara-negara Eropa. Foto/RIA Novosti/Alexei Nikolsky

AcehGo.com | MOSKOW – Presiden Rusia Vladimir Putin membantah keras tuduhan Barat bahwa Moskow berencana menyerang negara-negara Eropa. Dalam konferensi pers usai kunjungannya ke Kyrgyzstan, Putin menyebut narasi tersebut sebagai “konyol” dan hanya strategi politik para pemimpin Barat.

Putin menegaskan bahwa Rusia tidak pernah memiliki rencana menyerang Eropa. Ia bahkan mengatakan Moskow siap memberikan jaminan keamanan tertulis jika Uni Eropa benar-benar menginginkannya.

“Mengatakan bahwa Rusia berencana menyerang Eropa bagi kami, terdengar konyol. Kami tidak pernah merencanakan hal seperti itu,” ujar Putin.
“Tapi kalau mereka ingin pernyataan tertulis, silakan. Kami akan menuliskannya.”

Pernyataan itu dikutip dari Russia Today, Jumat (28/11/2025).

Tuding Barat Ciptakan “Ancaman Palsu” Demi Politik Domestik

Putin menilai para pemimpin Eropa sengaja membesar-besarkan ancaman Rusia untuk,

meningkatkan popularitas politik di dalam negeri, mengalihkan perhatian dari krisis ekonomi, serta memberikan keuntungan bagi industri pertahanan.

“Mungkin mereka sedang berusaha menaikkan peringkat politik domestik mereka. Tapi bagi kami, itu semua omong kosong—kebohongan belaka,” tegasnya.

Putin juga menilai tuduhan itu terus dipupuk agar publik Barat menerima peningkatan anggaran militer yang sangat besar.

Jaminan Damai dan Tuduhan NATO

Moskow sejak awal menyangkal tuduhan bahwa mereka ingin memperluas konflik. Menurut Rusia, narasi tersebut hanyalah upaya NATO untuk menakut-nakuti warga Eropa dan membenarkan belanja persenjataan yang terus melonjak.

Putin menyebut bahwa pihak-pihak di Barat yang menyebarkan isu agresi Rusia adalah pihak yang “tidak kompeten atau tidak jujur.”

Di Tengah Proses Damai Rusia – Ukraina

Pernyataan Putin muncul ketika proses perdamaian perang Rusia–Ukraina yang dimediasi Presiden AS Donald Trump sedang berlangsung. Namun di sisi lain, Uni Eropa tetap berkomitmen memasok senjata ke Ukraina.

Bahkan, Uni Eropa baru saja menyetujui “Rencana Persenjataan Kembali Eropa” senilai €800 miliar, langkah besar yang dinilai Moskow sebagai tanda meningkatnya militerisasi Eropa.

Facebook Comments Box
Exit mobile version