Pemerintah Kaji Kereta Lintas Negara Indonesia–Malaysia–Brunei di Kalimantan, Prabowo Targetkan Jalur KA 12.000 Km
AcehGo.com | Jakarta – Pemerintah Indonesia mulai mengkaji wacana pembangunan jalur kereta api lintas negara yang menghubungkan Indonesia, Malaysia, dan Brunei Darussalam di Pulau Kalimantan. Rencana strategis ini mencuat setelah disampaikan oleh Menteri Pengangkutan Sarawak, YB Dato Sri Lee Kim Shin.
Deputi Bidang Koordinasi Konektivitas Kementerian Koordinator Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Kemenko IPK), Odo RM Manuhutu, menegaskan hingga kini pemerintah Indonesia belum menerima proposal resmi dari Malaysia terkait proyek tersebut. Meski demikian, peluang kerja sama tetap terbuka dan akan dikaji secara mendalam.
“Nanti kita lihat lebih lanjut. Tentu akan dievaluasi pros and cons-nya, termasuk manfaat strategisnya bagi Indonesia,” ujar Odo usai Rapat Koordinasi di Kemenko IPK, Jakarta Pusat, Jumat (19/12/2025).
Odo mengungkapkan, Presiden Prabowo Subianto telah memberikan arahan langsung kepada Kemenko IPK untuk melakukan perluasan jaringan kereta api nasional, baik melalui pembangunan jalur baru maupun revitalisasi jalur lama yang sudah berusia puluhan tahun.
Proses kajian regulasi terus dilakukan guna mempercepat pengembangan infrastruktur perkeretaapian, seiring dengan ambisi pemerintah menjadikan transportasi massal sebagai tulang punggung konektivitas nasional.
Pemerintah menargetkan panjang jalur kereta api Indonesia kembali mencapai 12.000 kilometer, setara dengan capaian pada masa kolonial Belanda. Saat ini, total jalur kereta yang aktif diperkirakan sekitar 7.000 kilometer.
“Zaman Belanda jalur kereta api kita mencapai 12.000 km. Sekarang tinggal 7.000 km. Targetnya kembali ke 12.000 kilometer. Ini penting agar rasio kepadatan penduduk, wilayah, dan panjang jalur kereta api seimbang untuk mendorong Indonesia menjadi negara maju,” jelas Odo.
Pengembangan jalur kereta api ke depan akan difokuskan di Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi, termasuk revitalisasi prasarana lama seperti jalur terowongan berusia 75 hingga 100 tahun yang masih beroperasi hingga kini.
Sebagai informasi, gagasan pembangunan kereta api lintas negara Indonesia–Malaysia–Brunei pertama kali disampaikan oleh Menteri Pengangkutan Sarawak, YB Dato Sri Lee Kim Shin, saat melakukan kunjungan ke Ibu Kota Nusantara (IKN) beberapa waktu lalu.
“Selain transportasi udara, kami juga sedang mengkaji pembangunan jalur kereta api yang menghubungkan tiga negara, Indonesia, Malaysia, dan Brunei Darussalam,” ujar Lee Kim Shin dalam keterangan tertulis, Kamis (11/12/2025).





