Angkat Tema RENTAN!, Aceh Documentary Competition 2026 Ajak Pelajar Rekam Realitas Sosial

AcehGo.com | BANDA ACEH – Yayasan Aceh Dokumenter kembali menggelar ajang kompetisi film dokumenter bergengsi bagi generasi muda, Aceh Documentary Competition (ADC) 2026. Tahun ini, ADC mengusung tema “RENTAN!” sebagai upaya mengajak pelajar di Aceh untuk kritis melihat kondisi lingkungan, sosial, ekonomi, hingga budaya di sekitar mereka.

Pendaftaran ide cerita telah resmi dibuka sejak 10 Februari 2024 dan akan berlangsung hingga 1 April 2026. Kompetisi ini menyasar pelajar SMA/SMK/MA sederajat di seluruh Aceh yang memiliki kegelisahan terhadap isu-isu di daerahnya dan ingin menyuarakannya melalui media visual.

Teuku Muhammad Hafidz Ramadhan selaku manager program ADC 2026 menyatakan bahwa tema “RENTAN!” dipilih untuk menggambarkan kondisi Aceh yang saat ini sedang menghadapi berbagai tantangan struktural. “Kerentanan bukan hanya soal bencana alam seperti banjir, tapi juga tentang pendidikan yang kaku, pedagang kecil yang terhimpit gedung beton, hingga identitas budaya yang mulai luntur tergerus algoritma media sosial,” ujarnya.

Berbeda dengan lomba film pada umumnya, ADC 2026 merupakan ruang belajar yang intensif. Peserta yang terdiri dari tim (1 siswa kelas 1 atau 2 dan 1 guru pendamping) akan melewati tujuh tahapan seleksi dan pelatihan, di antaranya: basic Training (7-11 April 2026), present forum (16 Juni 2026), in-house training (18-27 Juni 2026), produksi & pasca produksi.

Melalui tujuh tahapan seleksi—mulai dari pendaftaran ide cerita hingga proses produksi—peserta tidak hanya berkompetisi, tetapi juga didampingi oleh mentor profesional. Tujuannya adalah mengubah “kegelisahan” personal menjadi karya visual yang memiliki kedalaman riset dan perspektif yang kuat dari sudut pandang masyarakat terdampak.

“Kami akan memberikan fasilitas bagi 3 tim finalis, mulai dari pendampingan mentor profesional, peminjaman peralatan syuting standar (kamera, lensa, tripod, microphone), hingga dukungan biaya produksi,” ujar Hafidz.

Bagi pelajar yang berminat, pendaftaran dapat dilakukan dengan mengirimkan ide cerita menarik yang berkaitan dengan realitas kehidupan sehari-hari sesuai tema. Calon peserta diwajibkan melampirkan surat izin sekolah, izin orang tua, serta dokumen identitas diri.

“Kami mengajak para pelajar untuk tidak sekadar menjadi penonton di layar ponsel, tetapi menjadi penutur cerita. Rekamlah realitas ini sebelum dampaknya menjadi tak lagi bisa diperbaiki,” tambah Hafidz.

Facebook Comments Box