Anggaran Pemulihan Lahan Sawah Pasca Bencana Banjir-Longsor di Aceh Capai Rp380 Miliar

Banda Aceh – Pemerintah Aceh mengalokasikan anggaran besar mencapai Rp380,03 miliar untuk mempercepat rehabilitasi dan rekonstruksi lahan sawah pascabencana banjir dan longsor besar akhir November 2025 lalu di berbagai daerah.

Sekretaris Daerah Aceh, M. Nasir, mengatakan anggaran tersebut difokuskan untuk memulihkan produktivitas pertanian sekaligus menjaga ketahanan pangan dan mendorong pemulihan ekonomi masyarakat.

“Seluruh tahapan kegiatan kita percepat, mulai dari perencanaan hingga konstruksi, agar lahan terdampak segera bisa kembali dimanfaatkan petani,” kata Nasir dalam keterangannya, Minggu (3/5/2026).

Dari total anggaran tersebut, porsi terbesar dialokasikan untuk program optimasi lahan (oplah) sawah rusak ringan sebesar Rp155,65 miliar yang mencakup 27.071 hektare di 16 kabupaten/kota. Untuk tahap perencanaan (SID/DRT), yang dilaksanakan oleh USK, Unimal, dan Unsam, telah mencapai progres 12.205 hektare atau sekitar 45 persen dari total target.

Selanjutnya, anggaran Rp124,52 miliar disiapkan untuk tahap konstruksi oplah, disusul pengolahan lahan senilai Rp24,36 miliar yang akan dikelola pemerintah kabupaten/kota.

Untuk lahan dengan kerusakan sedang, pemerintah mengalokasikan Rp65,23 miliar guna rehabilitasi 4.393 hektare sawah di lima daerah. Progres pengerjaan telah mencapai sekitar 3.981 hektare, melibatkan kelompok tani dan TNI.

Di sektor infrastruktur pendukung, anggaran juga digelontorkan untuk pembangunan irigasi dan sarana produksi. Irigasi perpompaan mendapat alokasi Rp98,07 miliar untuk 641 unit, namun baru sekitar 3,49 persen yang mulai dikerjakan.

Sementara itu, irigasi perpipaan dengan anggaran Rp14 miliar telah mencapai progres 24 persen. Pembangunan jaringan irigasi tersier senilai Rp30 miliar dan jalan usaha tani Rp11,66 miliar masih dalam tahap awal, masing-masing baru sekitar 8 persen.

Facebook Comments Box