Aceh Butuh Rp40 Triliun untuk Pulih, Mualem Minta Dukungan Nyata Pemerintah Pusat
Banda Aceh – Gubernur Aceh, Muzakir Manaf (Mualem), menegaskan pemulihan pascabencana banjir dan longsor di Aceh tidak bisa berjalan setengah hati. Dibutuhkan dukungan besar dan konkret dari pemerintah pusat, terutama untuk menutup kebutuhan anggaran yang mencapai Rp40 triliun.
Hal itu disampaikan Mualem saat membuka Musrenbang RKPA 2027 di Banda Aceh, Kamis (23/4/2026).
Dia menyebut tema pembangunan tahun ini “percepatan pemulihan pascabencana melalui pembangunan tangguh dan berkelanjutan” tidak akan tercapai tanpa intervensi serius dari pusat. Pasalnya, kemampuan anggaran daerah saat ini belum memadai untuk membiayai pemulihan secara menyeluruh.
“Semua unsur yang hadir hari ini, mari kita pikirkan cara terbaik untuk menyelesaikan masalah Aceh,” ujarnya.
Ia menyoroti bahwa bantuan dari pemerintah pusat sejauh ini masih terbatas pada kebutuhan dasar seperti sandang dan pangan. Sementara itu, sektor krusial seperti rehabilitasi dan rekonstruksi infrastruktur seperti jembatan dan jalan, belum tersentuh optimal.
Dampaknya sudah terasa. Banjir yang melanda sejumlah wilayah mendorong peningkatan angka kemiskinan dan pengangguran. Di daerah pedalaman, bahkan masih ada warga yang harus menyeberang sungai menggunakan rakit karena infrastruktur belum pulih.
Di sisi lain, persoalan lingkungan memperparah situasi. Sungai yang melebar dan kuala di pesisir yang tak tertangani menghambat aliran air ke laut, meningkatkan risiko banjir, sekaligus mengganggu aktivitas nelayan.
Mualem mengingatkan, tanpa penanganan cepat, termasuk pengerukan kuala yang masih menunggu izin pusat, Aceh berpotensi menghadapi bencana yang lebih besar di masa depan.
“Semua tahu kondisi ini. Yang dibutuhkan sekarang adalah perubahan nyata, secepat mungkin,” tegasnya.
















