Search
Sign In

Aceh

Sejarah

Bendungan Brayeung yang terletak di desa Panton, Kecamatan Leupung, Kabupaten Aceh Besar. Lokasi masuk ke objek wisata air ini terletak di kilometer 23 jalan utama Meulaboh-Banda Aceh. Kemudian harus menempuh perjalanan ke lokasi sekitar 3 kilometer.

Jalan menuju ke lokasi terbilang sempit, tetapi beraspal. Bila terdapat mobil berlawanan arah, harus mencari celah agar bisa dilintasi, karena badan jalan hanya lebar sekitar 3,5 meter.

Selama perjalanan 3 kilometer menuju ke lokasi tidak perlu khawatir kendaraan berjalan lambat. Selama perjalanan anda akan disuguhkan pemandangan kiri kanan perkebunan warga yang rindang.

Ada hamparan sawah, semakin menakjubkan bila padi sedang menguning. Selain juga disuguhkan pemandangan perkebunan rambutan. Bila sedang berbuah, bisa dijadikan tempat wisata buah rambutan.

Perjalanan panjang yang melelahkan selama dalam perjalanan tentu akan terobati saat tiba di lokasi bendungan. Lebar sungai yang telah dibendung itu sekitar 50 meter. Sisi kiri dan kanan ada puluhan pondok disediakan untuk pengunjung yang tentunya dikenakan biaya.

Di lokasi bendungan akan disuguhkan pemandangan yang menakjubkan. Selain bisa menikmati permainan air seperti perahu karet, berenang sambil menikmati air sungai yang sejuk.

Bahkan bila musim berbuah, ada ratusan pohon duren bisa Anda nikmati cita-rasa duren langsung di bawah pokoknya. Apa lagi setelah mandi dalam bendungan tersebut. Tentunya duren bisa menjadi penghangat tubuh.

Makanan pun beragam tersedia di lokasi objek wisata itu. Dari gorengan, makanan ringan, air kelapa hingga juga terdapat mie Aceh yang banyak diburu oleh kebanyakan wisatawan lokal maupun mancanegara.

Panjang bendungan yang bisa dinikmati, khususnya yang menggunakan perahu karet sekitar 100 meter. Kedalaman air di lokasi tersebut bervariasi, bila sudah menuju ke arah 50 meter dari bendungan, sungai ini terdapat kedalaman mencapai 3 meter.

“Kalau hari libur atau tanggal merah saja yang ramai, ini perahu karet kami sewakan satu jam ukuran besar Rp 40.000, yang kecil Rp 20.000 per jam,” kata penjual jasa sewa perahu karet, Abdullah, Minggu (10/5) di Brayeung.

Namun sangat disayangkan, meskipun pengelola sudah menulis papan pengumuman agar tidak membuang sampah sembarangan. Akan tetapi kelihatannya pengunjung tidak mengindahkan anjuran itu.

Ada sampah non-organik berserakan di pantai. Bahkan parahnya lagi sampah-sampah seperti botol minuman juga mengotori sungai tersebut. Sehingga merusak pemandangan keindahan alam di kawasan itu.

Sebelum masuk ke lokasi objek wisata air, sekitar 500 meter sebelum memasuki bendungan Brayeung, ada petugas berdiri sambil memegang tiket berwarna kuning. Setiap pengunjung harus bayar Rp 3000 per orang. Sedangkan kendaraan bisa langsung parkir dekat dengan lokasi bendungan, baik roda dua maupun roda empat.

Jangan Lupa di Bagikan :

Fasilitas Tambahan

Lihat Lokasi

Add Review

Your email is safe with us.
Add Photos