Search
Sign In

Aceh

  • Viewed - 825

Sejarah

Indonesia memiliki ragam situs sejarah yang menarik untuk menjadi destinasi wisata, salah satunya situs peninggalan Belanda di ujung Aceh yang bernama Mercusuar Willem’s Toren III yang terletak di hutan Kampung Meulingge, Pulau Aceh Kabupaten Aceh Besar.

Jika berangkat dari Kota Banda Aceh, kita harus menyeberang dulu dengan kapal untuk bisa sampai ke pulau Aceh. Lama perjalanan menuju pulau Aceh memakan waktu sekitar 3 jam lebih jika berangkat dari Pelabuhan Lampulo, Banda Aceh.

Mercusuar Willem’s Toren III merupakan menara yang berfungsi mengatur navigasi lalu lintas kapal di Samudra Hindia. Adapun menara ini terletak di dalam sebuah komplek dengan luas 20 hektar. Dahulu, komplek tersebut dihuni oleh para perwira Belanda.

Mercusuar ini sangat menarik untuk dikunjungi. Sebelum kamu berkunjung ke sana, simak 4 fakta berikut ini tentang mercusuar Willem’s Toren III yang mungkin belum kamu ketahui.

1. Mercusuar ini diambil dari nama Penguasa Luksemburg Tahun 1817-1890

Pemberian nama mercusuar ini ternyata punya sejarahnya sendiri. Mengacu situs berita antaranews, Mercusuar ini dikabarkan mengadopsi nama sang raja yang menguasai Luksemburg tahun 1817 hingga 1890, yakni Willem Alexander Paul Frederik Lodewijk. Kala memerintah saat itu, Willem memang giat membangun ekonomi serta infrastruktur di wilayah Hindia Belanda, dan Pulau Aceh termasuk salah satu wilayah yang menjadi bagian dari program pembangunan infrastruktur pemerintah Belanda di masa itu, yakni pembangunan Mercusuar Willem’s Toren III ini.

2. Mercusuar Willem’s Toren III merupakan salah satu dari tiga mercusuar peninggalan Belanda di dunia

Mercusuar Willem’s Toren III ternyata merupakan salah satu dari tiga mercusuar yang menjadi warisan Belanda di dunia ketika masa penjajahan dahulu. Adapun dua mercusuar lainnya berada di Belanda yang kini sudah dijadikan museum, sementara satunya lagi berada di kepulauan Karibia.

3. Usia mercusuar sudah lebih dari satu abad

Saat ini menara Willem’s Toren III telah berusia lebih dari satu abad sejak dibangun tahun 1875. Alhasil, mercusuar ini telah menjadi situs purbakala di Pulau Aceh. Jika dilihat dari luar, gedung mercusuar ini mulai usang dan tua. Namun demikian bangunannya masih tetap kokoh. Adapun mercusuar ini memiliki tinggi 85 meter dengan warna dindingnya yang khas bercat merah dan putih.

4. Pemandangan dari puncak mercusuar yang memanjakan mata

panorama alam yang bisa dilihat langsung ketika sudah berada di puncak mercusuar. Pemandangan samudra Hindia yang terhampar luas dengan rimbunnya hutan di sekitar mercusuar menjadi panorama menarik ketika tiba di puncak tempat ini

Jangan Lupa di Bagikan :

Lihat Lokasi

Add Review

Your email is safe with us.
Add Photos